KATA PENGANTAR |
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberi |
petunjuk dan kekuatan iman sehingga kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan |
makalah logika matematika yang diberi judul ”FUNGSI dan RELASI”. |
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan pada Nabi besar Muhamad SAW. |
Makalah ini dibuat untuk menyelesaikan tugas dari Ibu Fitri Mintarsih S.Kom. |
M.Kom selaku dosen mata kuliah Logika Matematika. |
Dalam menyelesaikan laporan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih yang |
sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan, kepada |
1. |
2. |
3. |
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya serta |
membalas kebaikan semuanya. Semoga makalah ini dapat berguna bagi diri kami |
sendiri, teman-teman dan siapa saja yang ingin memanfaatkannya sebagai referensi |
keilmuannya. Atas segala kekurangan dalam penulisan makalah ini,dari lubuk yang |
paling dalam kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. |
Jakata, Nopember 2008 |
Penyusun |
Angga |
1 |
DAFTAR ISI |
KATA PENGANTAR......................................................................................1 |
DAFTAR ISI .................................................................................................... 2 |
BAB I PENDAHULUAN |
A. Latar Belakang ............................................................................ 3 |
B. Tujun Pembuatan Makalah ......................................................... 3 |
C. Ruang Lingkup .......................................................................... 3 |
BAB II PENGERTIAN FUNGSI RELASI DAN JENIS FUNGSI |
A. Pengertian relasi ........................................................................... 5 |
B. pengertian fungsi...........................................................................6 |
C.Sifat-sifat fungsi.............................................................................7 |
1. Injektif(satu-satu) ..................................................................... 8 |
2. Surjektif(Onto) ......................................................................... 8 |
3. Bijektif( korespondensi satu-satu) ........................................... 9 |
D.Jenis-jenis fungsi ........................................................................... 9 |
a. Fungsi Konstan ........................................................................ 9 |
b. Fungsi identitas ........................................................................ 10 |
c. Fungsi Linier ............................................................................ 10 |
d. Fungsi Kuadrad ........................................................................ 10 |
e. Fungsi Rasional ........................................................................ 10 |
LATIAN 1 |
........................................................................................................ 11 |
2 |
BAB I |
PENDAHULUAN |
A. Latar Belakang |
Apabila kita cermati, hampir semua fenomena yang terjadi di jagad raya ini mengikuti |
hukum sebab akibat. Adanya pergantian siang dan malam adalah sebagai akibat dari |
perputaran matahari pada porosnya. Jarak (S) yang ditempuh oleh suatu mobil misalnya, |
dipengaruhi oleh waktu tempuhnya (t). Demikian juga demand (d) konsumen dipengaruhi |
oleh quantity (q) barang dan price(p) nilai harga yang ada di pasaran. Dalam bahasa |
matematika dapat dinyatakan bahwa jarak adalah fungsi dari waktu, demand merupakan |
fungsi dari jumlah dan harga barang. Ini berati begitu pentingnya pemahaman fungsi |
dalam menjelaskan fenomena jagad raya ini. |
Namun demikian apabila kita lihat pembelajaran di kampus, tidak sedikit mahasiswa yang |
menemui kesulitan dalam pembelajaran konsep-konsep tentang relasi dan fungsi |
sehingga kami ditugaskan membuat makalah yang diberikan oleh Ibu Fitri Mintarsih |
S.Kom. M.Kom kepada kelompok kami yaitu pembuatan makalah tentang ”FUNGSI |
dan RELASI” |
B. Tujuan |
1.Makalah ini dibuat dengan tujuan meningkatkan wawasan dan kemampuan mahasiswa |
agar tidak mendapatkan kesulitan dalam pemelajaran matakuliah tentang relasi dan |
fungsi. |
2.untuk mendapat tambahan nilai tugas matakuliah logika matematika. |
C. Ruang Lingkup |
Ruang lingkup materi yang dibahas dalam bahan ajar ini adalah |
Pengertian relasi , fungsi , sifat dan jenis-jenis fungsi. |
3 |
BAB II |
PENGERTIAN RELASI, FUNGSI, SIFAT DAN JENIS FUNGSI |
Setelah mengikuti pembelajaran Bab II ini peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan |
pengertian relasi, fungsi, sifat, dan jenis fungsi dengan benar. |
Galileo Galilei (1564-1642) merupakan salah satu astronom terkenal dari Italia yang |
dikenal luas dengan penemuannya tentang hubungan yang sangat teratur antara tinggi |
suatu benda yang dijatuhkan dengan waktu tempuhnya menuju tanah, sebagaimana |
ditunjukkan dengan tabel berikut: |
Waktu t (dalam detik) |
Jarak d (dalam kaki) |
0 |
0 |
1 |
16 |
2 |
64 |
3 |
144 |
4 |
256 |
5 |
400 |
… |
… |
Tabel 1.1 |
Tabel di atas menunjukkan bahwa jarak yang ditempuh d (dalam |
kaki/feet) merupakan fungsi dari waktu (dalam menit) dengan |
rumus d = (4t)2. Dengan rumus fungsi itu, nilai dari suatu peubah |
akan dapat ditentukan jika nilai dari peubah yang satunya |
diketahui. |
Konsep |
“fungsi” |
terdapat |
hampir |
dalam |
setiap |
cabang |
matematika, sehingga merupakan suatu yang sangat penting |
artinya dan banyak sekali kegunaannya. Akan tetapi pengertian |
dalam matematika agak berbeda dengan pengertian dalam kehidupan sehari-hari. |
Gb. 2.1 |
Dalam pengertian sehari-hari, “fungsi” adalah guna atau manfaat. Kata fungsi dalam |
matematika sebagaimana diperkenalkan oleh Leibniz (1646-1716) yang gambarnya |
terlihat di atas digunakan untuk menyatakan suatu hubungan atau kaitan yang khas antara |
dua himpunan. |
Mengingat konsep fungsi menyangkut hubungan atau kaitan dari dua himpunan, maka |
disini kita awali dulu pembicaraan kita mengenai fungsi dengan hubungan atau relasi |
antara dua himpunan. |
4 |
A.Pengertian Relasi |
Suatu relasi (biner) F dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu perkawanan |
elemen-elemen di A dengan elemen-elemen di B. |
Contoh: |
A = {2,3,4,5,6} |
B = {1,2,3,4,5,6} |
Relasi : “adalah faktor dari “ |
Dapat disajikan dalam dua macam cara. |
a. Dengan diagram panah |
2. 3. 4. 5. 6. |
1. 2. 3. 4. 5. 6. |
Gb. 2.2 |
b. Dengan diagram pasangan berurutan. |
R = {(2,2), (2,4), (2,6), (3,3), (3,6), (4,4), (5,5), (6,6)} |
Dengan menggunakan penyajian relasi di atas, maka relasi R dari himpunan A ke |
himpunan B dapat kita definisikan sebagai himpunan pasangan (a,b) pada A × B, di |
mana a ∈ A dan - b ∈ B salah satu dari kalimat berikut: |
(1) “a berelasi dengan b” ditulis a R b atau R(a,b) |
(2) “a tidak berelasi dengan b” ditulis a R b atau R (a,b) |
Relasi atau hubungan itu dapat terjadi di berbagai bidang misalnya ekonomi,IPA, |
keteknikan dan lain sebagainya, seperti hubungan antara jumlah suatu barang dengan |
harganya, dalam hubungan antara harga dengan permintaan atau penawaran, dalam |
hubungan antara kekuatan suatu zat radioaktif dengan waktu. |
5 |
B. Pengertian Fungsi |
Perhatikan diagram dibawah ini: |
Relasi fungsional atau sering disingkat fungsi |
sering juga disebut dengan istilah pemetaan |
a. b. c. d. |
A |
f |
Gb. 2.3 |
x. y. z. u. . |
B |
(mapping) didefinisikan sebagai berikut : |
Definisi: Suatu fungsi f dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi yang memasangkan setiap elemen dari A secara tunggal, dengan elemen pada B. |
Ditulis f : A → B dibaca “fungsi f pemetaan A ke dalam / into B” |
Apabila f memetakan suatu elemen x ∈A ke suatu y ∈ B dikatakan bahwa y adalah peta |
dari x oleh f dan peta ini dinyatakan dengan notasi f(x), dan biasa ditulis dengan f:x → |
f(x), sedangkan x biasa disebut prapeta dari f(x). |
Himpunan A dinamakan daerah asal (domain) dari fungsi f , sedangkan himpunan B |
disebut daerah kawan (kodomain) sedangkan himpunan dari semua peta di B dinamakan |
daerah hasil (range) dari fungsi f tersebut. |
Contoh 1: |
Diagram sebagaimana pada G.b. 2.4 di atas adalah fungsi karena pertama, terdapat relasi |
(yang melibatkan dua himpunan yakni A dan B) dan kedua, pemasangan setiap elemen A |
adalah secara tunggal. |
Contoh 2 |
a. b. c. d. |
A |
f |
Contoh 3 : |
.x .y .z .u . |
B |
Diagram di samping bukan merupakan fungsi |
karena ada elemen A yang dipasangkan tidak |
secara tunggal dengan elemen pada B. |
Diketahui A = {x | -3 ≤ x < 3, x ∈ R} dan suatu fungsi f: A → R |
Ditentukan oleh rumus f(x) = x2 + 1 |
6 |
a. Carilah f(-1), f(0) dan prapeta dari 5 |
b. Dengan melukis grafik, tentukan daerah hasil dari fungsi f. |
c. Jelaskan bahwa f adalah suatu fungsi. |
Jawab: |
a. f(x) = x2 + 1 ð f(-1) = (-1)2 + 1 = 2 |
f(0) = 02 + 1 = 1 |
Prapeta dari 5 ð x2 + 1 = 5 ó x2 = 4 ó x = +2 |
Sehingga prapeta dari 5 adalah 2 atau –2 |
b. |
y |
Ÿ |
y = x2 + 1 |
Daerah Hasil |
Ÿ |
yŸ |
Ÿ |
← |
Ÿ |
Daerah Hasil |
Gb. 2.4 |
Dibuat grafik y= x2 + 1 |
f(-3) = (-3)2 + 1 =10 |
f(3) = (3)2 + 1 = 10 |
titik balik (0,1) |
Jadi daerah hasil dari fungsi f adalah: R = { y | 1 < y < 10, y ∈ R }, karena nilai f(x) = y |
terletak pada interval tersebut sebagaimana terlihat pada sumbu y. |
c. Karena f suatu relasi dimana setiap elemen pada domain A (sumbu x) dipasangkan |
secara tunggal maka f merupakan fungsi. |
Ÿ |
Ÿ |
→ |
x |
C.Sifat Fungsi |
Dengan |
memperhatikan |
bagaimana |
elemen-elemen |
pada |
masing-masing |
himpunan A dan B yang direlasikan dalam suatu fungsi, maka kita mengenal tiga sifat |
fungsi yakni sebagai berikut : |
7 |
1. Injektif (Satu-satu) |
Misalkan fungsi f menyatakan A ke B maka fungsi f disebut suatu fungsi satu-satu |
(injektif), apabila setiap dua elemen yang berlainan di A akan dipetakan pada dua elemen |
yang berbeda di B. Selanjutnya secara singkat dapat dikatakan bahwa f:A→B adalah |
fungsi injektif apabila a ≠ a’ berakibat f(a) ≠ f(a’) atau ekuivalen, jika f(a) = f(a’) |
maka akibatnya a = a’. |
Contoh: |
1. Fungsi f pada R yang didefinisikan dengan f(x) = x2 bukan suatu fungsi satu-satu sebab |
f(-2) = f(2). |
2. |
.1 .2 .3 .4 .5 .6 .7 .8 |
Adapun fungsi pada A = {bilangan asli} yang |
didefinisikan dengan f(x) = 2x adalah fungsi |
satu-satu, sebab kelipatan dua dari setiap dua |
bilangan yang berlainan adalah berlainan pula. |
1. 2. 3. 4. |
A |
F |
Gb. 2.10 |
2. Surjektif (Onto) |
B |
Misalkan f adalah suatu fungsi yang memetakan A ke B maka daerah hasil f(A) |
dari fungsi f adalah himpunan bagian dari B, atau f(A) |
B. Apabila f(A) = B, yang |
berarti setiap elemen di B pasti merupakan peta dari sekurang-kurangnya satu elemen di |
A maka kita katakan f adalah suatu fungsi surjektif atau “f memetakan A Onto B” |
Contoh: |
1. Fungsi f: R→R yang didefinisikan dengan rumus f(x) = x2 bukan fungsi yang onto |
karena himpunan bilangan negatif tidak dimuat oleh hasil fungsi tersebut |
2. Gb. 2.11 |
a. b. c. d. |
A |
.x .y .z |
Misal A = {a, b, c, d} dan B = {x, y, z} dan fungsi f: A |
→ B yang didefinisikan dengan diagram panah adalah |
suatu fungsi yang surjektif karena daerah hasil f adalah |
sama dengan kodomain dari f (himpunan B). |
B Gb. 2.11 |
8 |
3.Bijektif (Korespondensi Satu-satu)Suatu pemetaan f: A→B sedemikian rupa sehingga f merupakan fungsi yang |
injektif dan surjektif sekaligus, maka dikatakan “f adalah fungsi yang bijektif” atau “ A |
dan B berada dalam korespondensi satu-satu”. |
Contoh: |
1) |
a. b. c. |
.p .q .r |
Relasi dari himpunan A = {a, b, c} ke himpunan B = |
{p,q, r} yang didefinisikan sebagai diagram di |
samping adalah suatu fungsi yang bijektif. |
Gb. 2.11 |
2) Fungsi f yang memasangkan setiap negara di dunia dengan ibu kota negaranegara di |
dunia adalah fungsi korespondensi satu-satu (fungsi bijektif), karena tidak ada satu |
kotapun yang menjadi ibu kota dua negara yang berlainan. |
D.Jenis – jenis Fungsi |
Jika suatu fungsi f mempunyai daerah asal dan daerah kawan yang sama, misalnya D, |
maka sering dikatakan fungsi f pada D. Jika daerah asal dari fungsi tidak dinyatakan maka |
yang dimaksud adalah himpunan semua bilangan real (R). Untuk fungsi-fungsi pada R |
kita kenal beberapa fungsi antara lain sebagai berikut. |
a. Fungsi Konstan |
f : x→ C dengan C konstan disebut fungsi konstan (tetap). |
Fungsi f memetakan setiap bilangan real dengan C. |
Fungsi f: x → 3 |
y |
f (-2) = 3 f (0) = 3 f (5) = 3 |
3 |
f(-2) = 3 |
-2 |
Gb. 2.5 |
5 |
f(-2) = 5 |
x |
f = f(x) = 3 |
9 |
b. Fungsi Identitas |
Fungsi R→R yang didefinisikan sebagai: f : x→ x disebut fungsi identitas. |
3 |
y |
2 |
f(1) = 1 |
f(2) = 2 |
1 |
0 |
1 |
Gb.2.7 |
c. Fungsi Linear |
2 |
3 |
f(3) = 3 |
x |
Fungsi pada bilangan real yang didefinisikan : f(x) = ax + b, a dan b konstan dengan a |
≠ 0 disebut fungsi liniar. |
y = f(x) |
f(q) – f(p) |
α |
b |
α |
q–p |
αp |
q |
x |
f(x) = ax + b → f(p) = ap + b f(q) = aq + b f(q) - f(p)= a(q-p) f (q) (f (p) _=a= tan α , disebut gradien dari garis y = ax + b tersebut. q-p |
Jika garis y = mx + c maka gradiennya adalah m dan melalui titik (0,c). |
d. Fungsi Kuadrat |
Fungsi f: R→R yang ditentukan oleh rumus f(x) = ax2 + bx + c dengan a,b,c ∈ R |
dan a ≠ 0 disebut fungsi kuadrat. |
e. Fungsi Rasional |
Fungsi rasional adalah suatu fungsi terbentuk f(x) =Q(x) P(x) dengan P(x) dan Q(x) |
adalah suku banyak dalam x dan Q(x) ≠ 0. |
10 |
Latihan 1 : |
1. Diantara fungsi-fungsi berikut, manakah yang merupakan fungsi injektif, surjektif, |
serta bijektif? Berilah penjelasannya! |
a. |
b. |
a. b. c. d. |
x. y. z. |
a. |
b. |
c. |
w. x. y. z. |
c. |
a |
b |
c |
x |
y |
z |
d. |
a |
b |
c |
d |
w |
y |
x |
z |
2. Diketahui himpunan D = {1,2,3,4,5}. Suatu relasi pada D ini, manakah yang berupa |
pemetaan dan berikan alasannya ! |
a.R = {(1,1),(2,2),(3,3),(4,4),(5,5)} |
b.R = {(1,2),(2,3),(2,4),(4,5),(5,1)} |
c.R = {(1,2),(2,2),(3,2),(4,2),(5,2)} |
3.Suatu fungsi f: R→R ditentukan oleh f(x) = x2 + 2 |
a.Tentukan f(-1), f(a), dan f(1). |
b.Tentukan a jika f(a) = 27 |
c.Anggota manakah dari daerah asal yang mempunyai peta 18 ? |
4.Manakah yang merupakan fungsi injektif, surjektif, atau bijektif dari fungsi dengan |
domain {1, 2, 3, 4}, yang didefinisikan sebagai berikut? |
a. R = {(1, 1), (2, 3), (3, 5), (4, 7); jika kodomainnya {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7} |
b. R = {(1, 1), (2, 2), (3, 3), (4, 1); jika kodomainnya {1, 2, 3} |
c. R = {(1, 4), (2, 3), (3, 2), (4, 1); jika kodomainnya {1, 2, 3, 4} |
d. R = {(1, 1), (2, 2), (3, 2), (4, 4); jika kodomainnya {1, 2, 3, 4, 5, 6} |
5. Misalkan A = [–1, 1] = {x|–1≤ x ≤ 1, ∈ R}. Apakah fungsi di bawah ini surjektif? |
a. f: A → A ; didefinisikan f(x) = x c. f: A → A ; didefinisikan f(x) = x2 |
11 |
b. f: A → A ; didefinisikan f(x) = 2x – 1 d. f: A → A ; didefinisikan f(x) = x3 |
12 NB:maaf yah rada brantakan hehehee |








No comments:
Post a Comment